Rudy

Rudy
Cover

Sabtu, 19 Mei 2012

Cantik itu Luka


Sebuah Epilog, “Cantik itu Luka”

Selama ini, cantik itu adalah sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap wanita. Setiap wanita ingin selalu tampil cantik. Tetapi Cantik itu juga seringkali membawa luka baik bagi dirinya sendiri ataupun bagi orang lain…..Berbeda itu Indah, indah itu cantik dan Cantik itu Luka….

Di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.

“Namaku adalah,Dewi Ayu”,
 aku tinggal di hari bunda dan aku adalah seorang pelacur terbaik di kota ini,

Seratus tujuh puluh dua lelaki, yang paling tua Sembilan puluh dua tahun
dan yang paling muda dua belas tahun. Seminggu setelah Ia dikuras.

Sebelumnya aku dan gadis gadis Belanda yang lain ditawan oleh tentara Jepang hampir selama dua tahun di Golden Camp.
Hampir selama dua tahun kami hanya di beri makan lintah,tokek, cicak dan tikus,
Hingga pada suatu saat,
tentara Jepang itu memilih diantara kami,  sebut saja sebagai gadis gadis pilihan, cantik, mudah, sehat dan kuat…

Kami semua dibawa ke sebuah tempat,
tepatnya kesebuah rumah tetapi untuk ukuran sebuah rumah tempat itu terlalu mewah dengan beberapa kamar didalamnya,
pemiliknya adalah seorang perempuan pribumi setengah baya… sebutannya mama kalong.
Awal setibanya disana…aku dan teman teman ku disambut dengan baik oleh dia dengan senyuman dan sambil bercanda.

Kemudian Ia berkata kepada kami,
“Ini adalah rumah milik seorang pabrik limun di Batavia,
 Yang aku… lupa namanya, tapi tak ada bedanya karena…sekarang rumah inipun telah menjadi milik kalian”. Katanya.

Aku bertanya,
” Untuk apa ?”

Dan perempuan itupun menjawab,
“Kupikir kalian di sini sebagai sukarelawan bagi jiwa jiwa tentara yang sakit” Jawabnya.

Teman teman ku dengan polosnya berpikir bahwa mereka akan dipekerjakan sebagai suka relawan palang merah.
Setelah beberapa lama…., kami hanya di beri makan tanpa ada kegiatan yang berarti.

Teman teman ku mulai bingung dan kesal….mempertanyakan,
sebenarnya mereka akan melakukan pekerjaan apa, sampai salah satu diantaranya berkata, “ Tidak kah kau merasakan sesuatu yang aneh…”

Aku juga bilang kepada mereka,”Kecemasan datang dari ketidak tahuan”.

 Teman ku Ola juga bertanya,” Memang…nya, kau tahu apa yang akan terjadi atas kita”.

Aku jawab, “YA….jadi pelacur”.

Lalu…. Terjadilah,
histeria histeria pada saat tentara Jepang itu melepaskan birahi mereka.

Aku.., aku dibiarkan bagaikan seonggok daging mati, segera setelah semuanya itu berlalu,
Aku menasehati semua teman teman ku untuk melakukan apa yang aku lakukan.

”Berbaring seperti mayat sampai mereka semua bosan”. Kata ku kepada semua teman teman,
Tapi….teman teman ku menganggapnya itu jauh lebih mengerikan.

Lalu kata ku lagi kepada mereka,

“Atau cobalah yang melayani seseorang yang kaya sutera dengan penuh perhatian, bikin Ia ketagihan sehingga Ia datang tiap malam membayar kalian untuk sepanjang malam…, melayani orang yang sama jauh lebih baik dari pada terus menerus tidur dengan orang orang yang berbeda, sambil berharap…kalian akan dibawa untuk dijadikan gundik !!!”.
Tapi kembali lagi teman teman ku menganggap itu amat mengerikan.

“atau berbuatlah sebaliknya…”, kata ku

“Perkosalah…!!!,mereka”.

Aku, mulai menjalin persabahatan yang aneh dengan perempuan pribumi setengah baya itu,
mama kalong juga menyediakan seorang perempuan pribumi setengah buta sebagai tukang pijat.
Dan setiap pagi seluruh teman teman ku mengikuti sebuh ritual pemijatan, percaya kepada kata kata mama kalong, bahwa dengan hal itulah….maka mereka semua akan terhindar dari kehamilannya,

“kecuali aku, yang kadang kadang mau karena lelah, tapi aku lebih banyak melewati pagi hari dengan tidur sebelum sarapan tiba karena menurutku seseorang itu hamil karena di setubuhi bukan karena tidak dipijat….”. pikir ku dalam hati.

Ada hal yang menarik lainnya…
Di jaman revolusi…. Banyak semboyan gagah berani yang diserukan oleh orang orang dijalan jalan dan dituliskan di dinding dinding sepajang jalan atau pada spanduk yang membentang, atau sekedar catatan di buku anak sekolah….

Dan itu juga memberikan gagasan kepada mama kalong untuk memberikan nama rumah pelacurannya dengan semangat yang sama, yang nampaknya memberikan tujuannya kepada keinginannya sendiri, beberapa pernah Ia coba seperti ;

“Bercinta atau Mati”,

sebelumnya juga pernah dicoba, “Sekali bercinta Tetap bercinta”.

Sampai akhirnya nama rumah pelacurannya itu diberi nama,”Cinta Sampai Mati”

Tapi terbukti kebenarannya…, seperti ada seorang tentara Nail mati saat bercinta karena dipenggal oleh tentara gerilya…lalu  seorang tentara gerilya juga mati saat bercinta ditempat itu karena ditembak oleh tentara Nail…Dan seorang pelacur juga mati di tengah percintaan setelah di cium terlalu lama dan pingsan bersama.

Seorang pelacur layaknya sama seperti sejarah, sebagaimana sejarahpun menceritakan tentang prilaku seseorang.
Semua….perempuan itu juga seperti “pelacur”, bahkan seseorang istri baik baik pun, menjual kemaluannya demi mas kawin dan uang belanja. Pelacur itu menjajakan sek secara komersial sedangkan seorang istri mejajakan sek dengan suka rela.
Masalahnya… aku tak suka bercinta tanpa hikayah, Aku bukannya tidak percaya dengan adanya cinta, karena aku melakukan semuanya ini dengan penuh cinta.

Jadi pelacur kau harus mencintai segalanya…semua orang, semua benda, semua kelamuan,ujung jari atau sampai kaki sapi. Aku merasa menjadi seperti sampah sekalipun putih.

Tapi hal terpenting yang aku dapatkan setelah aku jadi pelacur adalah….Bahwa pelacur pelacur yang baik adalah barang kepuasan para lelaki tanpa harus mempunyai kekasih,
pelacur paling tidak membuat seseorang tanpa harus menyimpan gundik,
sebab ketika engkau mengambil seorang gundik, paling tidak kau telah menyakiti hati sang kekasih dari gundik itu.
Setiap kali seorang lelaki menyimpan gundik mungkin karena sebuah cinta…. tapi paling tidak seorang gundik telah menyakiti seorang istri yang jelas jelas sudah kawin. Dan kesalahannya mungkin adalah mengapa  membuat suami harus pergi ketempat pelacuran……?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.