Rudy

Rudy
Cover

Jumat, 19 Oktober 2012

Epilog Sebuah harmonisasi indah antara aku dan layang-layang kertas ku.


“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tanpa jeda…?
Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi….?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak…?”
 Dee

Jumat, 21 September 2012

Epilog "Tanpa Suara" 2

Aku selalu berbicara lewat mata. 
Lihat mataku, dan kau seharusnya mengerti, 

mata ini untukmu tapi kau tak pernah membacanya. 

Mataku tak pernah bohong, kadang ucapanku dan gerak langkahku 
dapat berbohong.

Epilog "Tanpa Suara" 1


Mereka tak pernah bohong, sedikitpun tidak….. 
Apapun yang aku lihat, 
Itulah keadaan mereka sebenarnya,
Ketika berbunga, maka seperti itulah perasaannya 
dan ketika layu seperti itupun perasaan mereka.

Bunga di kamar lamaku, merekalah yang selalu menjadi temanku, 

saat kapanpun, dimana aku merasa ada maupun tidak ada.

Selasa, 14 Agustus 2012

Memilih Istri

Socrates adalah seorang filsuf yang sangat dihormati pada zamannya. 
Ia mempunyai seorang istri yang bersifat culas. 

Suatu hari ketika Socrates sedang berbincang dengan beberapa muridnya, sang istri terus mengomel dan memarahi Socrates. Tetapi Ia tidak mempedulikannya. 


Karena tidak dipedulikan, maka istri Socrates mengambil semangkuk air, lalu menyiramnya ke wajah Socrates. Sontak seketika para m
urid terkesima dan tidak dapat berkata apa-apa.


Lalu Socrates hanya tersenyum, menghapus air di wajahnya, dan kembali berbicara dengan mereka.
Akhirnya para murid penasaran dan bertanya,
”Guru, mengapa engkau diam saja diperlakukan seperti itu oleh istrimu?” kemudian Socrates menjawab,


”Yah, begitulah… kalau habis terdengar bunyi Guntur dan gemuruh, bukankah biasanya akan turun hujan?!”
Di akhir hidupnya, Sang filsuf tersebut mencatat sebuah kalimat yang sangat bijaksana,

”Bila kamu memilih seorang istri yang baik, maka engkau akan hidup berbahagia. Tetapi bila engkau memilih istri yang kurang baik, maka engkau akan menjadi seorang filsuf....!!!!!!!” 






About of Life

"Kita dapat hidup seumur hidup kita dan, pada akhir itu, kita akan tahu lebih banyak tentang orang lain dari pada yang kita tahu tentang diri kita sendiri"




Cinta dan Waktu

Kisah ini di mulai dari sebuah pulau yang sangat terpencli yang hanya di huni oleh :
Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan beberapa yang lainnya.

Mereka hidup berdampingan dengan sangat baik dan bersahabat. 

Namun pada suatu hari datang badai yang di sertai ombak yang sangat besar menghempas pulau kecil itu dan air laut mulai menenggelamkan pulau itu.