Rudy

Rudy
Cover

Selasa, 14 Agustus 2012

Cinta dan Waktu

Kisah ini di mulai dari sebuah pulau yang sangat terpencli yang hanya di huni oleh :
Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan beberapa yang lainnya.

Mereka hidup berdampingan dengan sangat baik dan bersahabat. 

Namun pada suatu hari datang badai yang di sertai ombak yang sangat besar menghempas pulau kecil itu dan air laut mulai menenggelamkan pulau itu.
Seluruh penghuni pulau tersebut berusaha menyelamatkan dirinya masing masing.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak memiliki perahu untuk menyelamatkan dirinya.

Ia berdiri di tepi pantai dan terus mencoba mencari pertolongan.
Sementara air laut semakin naik untuk menenggelamkan pulau itu dan mulai membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan,
"Perahuku telah penuh dengan harta bendaku”.
“Aku tak dapat membawamu” ,
“ tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."
Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi….meninggalkan cinta.

Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.
"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Sementara itu air laut semakin tinggi membasahi Cinta dan Ia semakin panik.

Tak lama lewatlah Kecantikan.
"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya dan menangis terisak-isak.

Saat itu lewatlah Kesedihan.
"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.
"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan,
sambil terus mengayuh perahunya meninggalkan cinta.

Akhirnya Cinta putus asa.
Ia merasakan air laut mulai menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya.
Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air laut menghempaskan dirinya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi meninggalkannya.
Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.

Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
"Oh, orang tua itu yang tadi menyelamatkan kamu ?

Dia adalah Waktu." kata penduduk di pulau itu kepada cinta.

"Tapi…tapi…..mengapa ia menyelamatkan aku?
“Aku tak mengenalnya”.
“Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" Cinta berkata dengan heran.

"Sebab," kata orang itu kepada cinta,

"Hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu."

Tidak peduli apa yang akan/harus kita alami hari ini
Allah adalah setia.
Bahkan ketika teman-teman
anggota keluarga
berpaling dari hidup kita,

Dia masih di sana Dan Selalu Bersama dengan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.