Rudy

Rudy
Cover

Jumat, 19 Oktober 2012

Epilog Sebuah harmonisasi indah antara aku dan layang-layang kertas ku.


“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tanpa jeda…?
Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi….?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak…?”
 Dee
aku terima ini darimu…..,
mantan kekasih yang begitu sulit untuk aku lepaskan,
entahlah apa yang membuatmu berpikir demikian pada saat itu.
Memang perjalanan kisah kita begitu singkat, hanya dua bulan,
dan butuh waktu dua tahun untuk benar-benar
bisa ikhlas melepaskanmu..

Sebenarnya aku juga gak pengen ini semua terjadi,
Mungkin, adalah kebodohan bagiku,
sesuatu hal dimana aku mengalami titik jenuh
yang harusnya kamu mengerti, tapi malah membuat aku merasa GAGAL.

Tak mampu sejuta maaf dariku bisa membuatmu memaafkanku
wahai layang-layang [seperti katamu],
tak pernah ada maksud apapun.
Seperti pertanyaan dasar yang kau tanyakan pada sang angin,
kapan semua ini berakhir dengan kepastiannya…?
Intinya, sekarang
aku benar-benar melepasmu wahai layang layang.
Terbanglah bebas lepas di cakrawala yang biru
dan tiada lagi benang yang mengikatmu bahkan menarik ulur
hingga kau bingung menentukan arahmu.

Berhembuslah bersama hembusan angin di udara.
Ikutilah setiap hembusan itu hingga kau akan landai di suatu tempat.
Aku berharap kau bisa landai ditangan yang seharusnya bisa membahagiakanmu,
menjaga dan melindungimu dari hujan,
dari sengatan matahari dan benda benda yang bisa merobek kertasmu.

Meski sungguh berat melepasmu di langit lepas,
tapi ini harus dilakukan
karena demikinalah….. seperti  layang layang kertas
engkau membutuhkan sang angin untuk dapat melayang tinggi.

Tetaplah….. menjadi layang-layang kertas ku,
yang suatu saat nanti pasti aku bangga ketika aku melihatmu
melayang di langit sana dengan tegak dan tegas
kau menari di awan dimana aku akan teriak memanggilmu
"layang layang kertasku"

Hati mana yang tidak hancur,
 ketika seseorang yang benar-benar  diharapkan
ternyata menyampaikan ungkapan seperti itu.

Ini untukmu……
Angin adalah segalanya bagi layang-layang kertas
Apakah arti sebuah layang-layang kertas tanpa hembusan angin..??
Tak ada artinya

Layang-layang kertasmu
tak akan bisa terbang tanpa angin
Layang-layang kertasmu
tak akan bisa menari indah diawan tanpa angin
Layang-layang kertasmu
akan tersesat bila tanpa angin
Layang-layang kertasmu
tak akan bisa berdiri sendiri
Layang-layang kertasmu
membutuhkan angin..
angin yang menuntunnya, angin yang mengarahkannya.

Berhembuslah [layang-layang kertas ku]
bersama hembusan angin di udara..
inilah sebuah kalimat yg tepat
Angin….. tetap iringilah layang-layang kertas ku ini,
karna sungguh tak bisa layang-layang ku menari indah tanpamu…..

Angin bisa sesering mungkin berhembus
namun angin bisa menghilang tak berhembus sama sekali..
mungkin kala itu angin tak dapat berhembus
sehingga kita…. merasa gagal menerbangkan layang-layang itu

Kini layang-layang kertas itu tergeletak
Tak ada lagi angin yang menerbangkannya
Tak ada angin angin yang
membantunya untuk berdiri tegak dan menari indah di awan.

Namun... Layang-layang kertas,
yakin bahwa angin akan kembali menemanimu, membantumu dan mengarahkan
untuk terbang bersamanya menghiasi angkasa.

Sebuah harmonisasi indah antara layang-layang kertas dan angin yang saling melengkapi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.