Rudy

Rudy
Cover

Jumat, 21 September 2012

Epilog "Tanpa Suara" 2

Aku selalu berbicara lewat mata. 
Lihat mataku, dan kau seharusnya mengerti, 

mata ini untukmu tapi kau tak pernah membacanya. 

Mataku tak pernah bohong, kadang ucapanku dan gerak langkahku 
dapat berbohong.
Begitu juga dengan matamu.
Jika kau tak mau melihatku dan menatap mataku dengan seksama,
saat itu aku tau, kau sedang menutupi sesuatu yang tak ingin aku ketahui.
Itulah tentang dirimu dan tak pernah aku ungkapkan kecuali saat ini.

Seringkali saat kau pergi,
kedalaman perasaanku tak dapat diukur dengan sesuatu apapun.
Kusuka caramu yang aneh, bukanlah sesuatu yang salah.
Caramu memandangku sebagai perempuan dewasa, sebagai perempuan seutuhnya.
Dan aku dapat memilih menjadi perempuan sesuka hatiku, tak harus menggunakan sepatu high heels ataupun perlengkapan make up didalam tasku.
Aku menjadi perempuan sejati jika itu adalah kau.
Jika kau sedang pergi, tenang saja aku baik-baik saja.

Pergilah kau..Dan aku tau,
Meluapkan semua kemarahan kepadamu sehingga akupun kadang terhanyut. Ketergantunganmu terhadap manusia bukanlah sebuah alasan untuk menyakiti siapapun. Karena dia dan aku juga manusia.

Jika kau marah padaku tak usah kau ragu untuk meluapkan padaku.
Yakinlah aku takkan berubah.

Namun ini seperti bunga yang kuungkapkan kepadamu.
Bahwa bunga tak pernah bohong.
Perasaan dan kata maaf yang terucap, tak pernah main-main.
Bukan karena ingin memiliki,
karena memiliki bukanlah tugasku.
Tapi karena memang berani mengakui adalah hal terbaik.
Aku tak mau dilukiskan dengan lagu apapun
Karena lagu hanya sepotong dari kehidupan.
Aku pernah berkata padamu, bahwa aku ingin kau mencintai lagi,
seperti aku mencintai pagi.
Bukankah itu sebuah kemunafikan ?
Aku yang mencintai pagi, bukan kau.
Kau tak perlu memaksakan itu dalam hidupmu.
Seperti itulah dengan lagu.
Tak ada satupun lagu yang mampu
melukiskan tentang aku, kau dan semua kehidupan kita.
Karena aku perempuan, yang sesungguhnya memilihmu.
Bukan kau.
Dan kau harus memantaskan diri menjadi seorang pilihan terbaik.
Itu saja. Tak lebih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.